Desain sederhana-elegan: ciri Moto Guzzi pada Stelvio
Moto Guzzi Stelvio hadir dengan tampilan yang terasa “Italia” melalui pendekatan desain yang rapi dan tidak penuh garis ekstrem. Bentuknya lebih mengutamakan kesan simpel namun elegan, dengan area buritan yang terlihat padat serta detail rangka yang memberi kesan kokoh.
Ciri lain yang disebutkan adalah penggunaan gardan di sisi kiri yang sekaligus berperan sebagai single sided swingarm. Ini membuat visual bagian belakang terasa khas dan berbeda dari banyak motor adventure lain yang umumnya terlihat lebih “konvensional”.
Dengan karakter desain seperti itu, Stelvio tampak cocok untuk pengendara yang tidak hanya mencari tenaga, tetapi juga menyukai tampilan bergaya Eropa yang kuat identitasnya. Motor petualang ini seolah menegaskan bahwa fungsionalitas tetap penting, tetapi estetika juga tidak ditinggalkan.
Mesin V-Twin longitudinal 1.042cc dan performa untuk berbagai medan
Mesin yang dipakai adalah 1.042cc V-Twin longitudinal dengan status Euro 5+. Karakter V-Twin longitudinal biasanya dikenal memberikan tenaga yang terasa “mengalir”, sehingga tetap nyaman ketika motor harus sering menyesuaikan ritme, misalnya dari kondisi kota ke jalan berkelok atau jalan lintas.
Dalam spesifikasi yang dipaparkan, Stelvio menghasilkan 115 TK pada 8.700 RPM dan torsi 105 Nm pada 6.750 RPM. Angka tersebut menunjukkan bahwa motor memiliki rentang tenaga yang kuat untuk kebutuhan berkendara dinamis tanpa harus terus-menerus memaksa putaran mesin.
Transmisi yang digunakan adalah manual enam percepatan. Pilihan ini penting karena menegaskan Stelvio bukan motor yang berfokus pada kenyamanan “tanpa kerja”, melainkan adventure yang memberi keterlibatan lebih bagi pengemudi, termasuk saat melakukan manuver atau memilih rasio yang tepat.
Ride-by-wire lima mode dan six axis platform untuk bantu berkendara
Stelvio dilengkapi ride by wire dengan lima mode berkendara: Tour, Rain, Road, Sport, Off-Road. Setiap mode memberi karakter berbeda sehingga pengendara bisa menurunkan agresivitas respons saat hujan atau memilih setting yang lebih “tajam” ketika ingin merasakan performa di medan tertentu.
Terdapat juga six axis platform yang mendukung fungsi cornering ABS. Dengan sistem seperti ini, pengereman saat menikung dapat dibantu agar lebih stabil dan terkontrol, terutama ketika roda berada pada kondisi dengan grip yang tidak seragam.
Untuk pengaturan, mode berkendara dipilih melalui tombol pada sisi kanan, sementara mapping mesin dan traction control ditangani melalui tuas di sisi kiri. Informasi keseluruhan tampil pada TFT lima inci, sehingga pengendara dapat memantau perubahan setelan secara cepat.
Radar dua arah: meningkatkan kewaspadaan saat bertambahnya risiko “blind spot”
Fitur radar merupakan salah satu daya tarik terbesar pada Stelvio. Radar dipasang di bagian depan dan belakang, menciptakan sistem peringatan yang bekerja berdasarkan potensi bahaya, bukan sekadar mengandalkan persepsi pengendara semata.
Radar depan berfungsi sebagai Front Collision Warning, memberikan peringatan ketika motor berpotensi menabrak objek di depan. Ini membantu ketika jarak pandang terbatas atau ketika pengendara perlu bereaksi cepat namun situasinya bergerak lebih dinamis.
Sementara itu radar belakang menghadirkan Blind Spot Information System dan Lane Change Assist. Ketika ada kendaraan di area sisi belakang kanan-kiri, pengendara akan mendapat indikator melalui spion dan tampilan TFT, sehingga membantu saat perpindahan lajur agar lebih aman.
Cruise control dan nilai tambah untuk pemilik yang gemar touring
Stelvio juga menawarkan cruise control sebagai standar, yang menambah kenyamanan saat berkendara jarak jauh. Fitur ini mengurangi kebutuhan untuk terus mengatur posisi throttle, sehingga pengendara dapat lebih fokus pada situasi jalan.
Dengan adanya kombinasi cruise control, mode berkendara yang lengkap, serta tampilan TFT 5 inci, Stelvio terkesan “menyiapkan” pengendara untuk berbagai skenario perjalanan. Dari rute santai hingga perjalanan yang menuntut ketelitian, motor ini mencoba memberi kemudahan adaptasi.
Akhirnya, banderol yang disebutkan—Rp 850 juta OTR Jakarta—menempatkan Stelvio sebagai pilihan yang relatif premium untuk kelasnya. Namun, premium tersebut tampak dibenarkan oleh paket teknologi keselamatan dan sistem bantu berkendara yang cukup lengkap, termasuk radar dan sistem pengereman saat menikung.
