Industri gim digital kembali menunjukkan satu kenyataan lama yang terus berulang. Popularitas bukanlah jaminan umur panjang. Hal ini tercermin jelas dari perjalanan Grow a Garden, game simulasi kebun yang sempat mencatatkan rekor bersejarah di platform Roblox, namun kini mengalami penurunan pemain yang tajam hanya dalam hitungan bulan.
Grow a Garden muncul sebagai game yang sangat mudah diakses. Tidak ada cerita kompleks, tidak ada sistem pertempuran, dan tidak ada tekanan kompetitif. Pemain cukup mengelola kebun virtual dengan aktivitas sederhana seperti menanam tanaman, menunggu masa panen, lalu menjual hasilnya untuk mendapatkan mata uang dalam game. Pola bermain yang santai ini menjadikannya favorit di kalangan pemain kasual, terutama anak-anak dan remaja.
Kesederhanaan tersebut menjadi pemicu utama lonjakan popularitasnya. Sepanjang 2025, Grow a Garden menjelma menjadi fenomena global di Roblox. Pada puncaknya, jumlah pemain online bersamaan mencapai sekitar 22,3 juta orang. Capaian ini menempatkan Grow a Garden sebagai salah satu game dengan jumlah pemain tertinggi dalam sejarah Roblox, bahkan sempat melampaui angka yang dicapai game besar seperti Fortnite pada periode tertentu.
Tak hanya dari sisi pemain aktif, total kunjungan Grow a Garden juga mencetak angka yang sulit ditandingi. Game ini dikunjungi lebih dari 34 miliar kali, menandakan betapa masifnya arus pemain yang datang silih berganti. Kombinasi algoritma rekomendasi Roblox, tren game idle dan simulasi, serta eksposur besar dari konten kreator di media sosial membuat Grow a Garden hampir selalu berada di pusat perhatian.
Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki awal 2026, jumlah pemain Grow a Garden menurun drastis. Dari puluhan juta pemain yang bermain secara bersamaan, kini hanya tersisa puluhan hingga ratusan ribu pemain. Penurunan ini tergolong ekstrem dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat, sehingga memicu diskusi luas di komunitas Roblox.
Fenomena ini tidak terlepas dari karakter dasar Roblox sebagai platform yang sangat bergantung pada tren. Di Roblox, sebuah game dapat melejit dengan cepat berkat viralitas dan rekomendasi algoritma. Namun, ketika perhatian pemain bergeser ke judul baru, game lama yang tidak menawarkan pembaruan signifikan akan dengan mudah tersingkir dari pusat keramaian.
Dalam konteks Grow a Garden, momentum besar yang sempat terbangun melalui event dan update tertentu tidak berlanjut secara konsisten. Setelah fase event berakhir, tidak ada pembaruan besar yang benar-benar mengubah pengalaman bermain. Bagi banyak pemain, game ini terasa berhenti di tempat, tanpa arah perkembangan yang jelas.
Dari sisi gameplay, kesederhanaan Grow a Garden justru berubah menjadi kelemahan. Loop permainan yang berulang, menanam, menunggu, memanen, lalu menjual, awalnya dianggap menenangkan. Namun seiring waktu, ritme ini dinilai monoton. Minimnya variasi tantangan, misi jangka panjang, atau mekanik baru membuat pemain cepat merasa jenuh.
Ketika rasa jenuh muncul, pemain Roblox dikenal tidak ragu berpindah ke game lain. Persaingan internal di platform ini sangat ketat. Munculnya game viral baru seperti Steal a Brainrot dengan cepat mengalihkan perhatian komunitas. Arus pemain pun berpindah, meninggalkan Grow a Garden yang mulai kehilangan daya tarik.
Aspek monetisasi turut mempercepat penurunan tersebut. Sistem progres yang mengandalkan booster dan peningkatan tertentu dinilai membuat pengalaman bermain kurang seimbang bagi pemain gratisan. Kritik ini memperkuat kesan bahwa Grow a Garden tidak lagi ramah bagi semua pemain, terutama bagi mereka yang ingin bermain santai tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Apa yang dialami Grow a Garden sebenarnya mencerminkan siklus umum game viral di Roblox. Banyak judul lain mengalami pola serupa. Popularitas melonjak sangat cepat, namun sulit dipertahankan tanpa inovasi berkelanjutan. Roblox bergerak dengan ritme yang cepat, dan komunitasnya selalu mencari pengalaman baru.
Meski kini tidak lagi ramai, Grow a Garden tetap tercatat sebagai salah satu fenomena terbesar dalam sejarah Roblox. Perjalanannya menjadi pelajaran penting bagi pengembang dan pemain. Meraih popularitas ekstrem mungkin bisa dilakukan dengan konsep sederhana dan momentum yang tepat. Namun mempertahankan pemain dalam jangka panjang membutuhkan pembaruan konsisten, inovasi yang relevan, dan pemahaman mendalam terhadap arah minat komunitas.
