Jakarta, 1 Januari 2025 – Tahun baru belum lama dimulai, tapi dunia musik Indonesia sudah diguncang oleh drama yang melibatkan band legendaris Radja. Lagu terbaru mereka, “Apa Sih,” yang dirilis pada 21 Desember 2024, kini menjadi pusat perhatian karena berbagai kontroversi, mulai dari tuduhan plagiarisme hingga masalah dengan model video klip.
Vadel Badjideh Angkat Suara: Merasa Dilecehkan?
Drama bermula ketika Vadel Badjideh, model video klip “Apa Sih,” mengungkapkan rasa kecewanya. Dalam video tersebut, wajahnya diedit dengan stiker monyet, sebuah keputusan yang ia anggap menghina. Tak hanya itu, Vadel juga merasa tertipu karena suaranya yang dijanjikan akan dimasukkan ke dalam lagu ternyata tidak muncul sama sekali.
Ian Kasela memberikan klarifikasi dengan menyebut bahwa stiker monyet hanyalah gimmick kreatif. “Ini bagian dari konsep, tidak ada maksud buruk. Kami ingin mengingatkan orang tentang Bruno Mars, khususnya lewat ‘The Lazy Song,’” ujar Ian. Namun, publik justru mempertanyakan apakah gimmick seperti ini pantas.
Plagiarisme atau Inspirasi? Netizen Berseteru
Selain masalah dengan Vadel, lagu ini juga menuai tuduhan plagiarisme. Banyak pendengar merasa nada dan konsep “Apa Sih” mirip dengan lagu “APT” milik Rosé BLACKPINK dan Bruno Mars.
Menanggapi hal ini, Moldy, gitaris Radja, dengan santai mengakui bahwa mereka terinspirasi dari karya tersebut. “Apa salahnya meniru yang bagus? Tapi ini tetap lagu dengan ciri khas Radja,” katanya. Pernyataan ini memicu pro-kontra, dengan sebagian mendukung Radja dan sebagian lagi mengecam mereka atas dugaan kurangnya orisinalitas.
Tiba-Tiba Hilang dari Spotify
Puncak kontroversi ini terjadi ketika lagu “Apa Sih” menghilang dari Spotify pada 30 Desember 2024. Penggemar yang mencoba memutar lagu tersebut hanya menemukan pesan bahwa lagu ini “sudah tidak tersedia.”
Hingga kini, belum ada kejelasan dari pihak Radja atau Spotify terkait insiden ini. Apakah ini langkah dari platform streaming tersebut terkait tuduhan plagiarisme, atau ada alasan lain yang lebih kompleks? Publik hanya bisa berspekulasi.
Pelajaran di Balik Drama
Kontroversi “Apa Sih” mengajarkan bahwa sebuah karya, terutama di era digital, tidak hanya dinilai dari kualitas musiknya, tetapi juga dari proses kreatif di baliknya. Radja, yang telah lama berkecimpung di dunia musik, kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga kredibilitas mereka.
Meski diawali dengan drama, semoga tahun 2025 menjadi momentum bagi para musisi untuk menghasilkan karya yang lebih kreatif dan bebas dari kontroversi. Selamat tahun baru 2025! Mari kita sambut dengan semangat baru! 🎉✨



















