Perusahaan teknologi global Oracle Corporation dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar yang berdampak pada sekitar 30.000 karyawan di berbagai negara. Angka ini setara dengan sekitar 18 persen dari total tenaga kerja perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Oracle terkait jumlah tersebut. Namun, laporan dari berbagai sumber internasional menunjukkan informasi yang konsisten, termasuk penyebaran PHK yang disebut mencakup sekitar 12.000 karyawan di India.
PHK Datang Tanpa Peringatan
Kasus ini menjadi sorotan karena cara pemecatan dilakukan. Sejumlah karyawan melaporkan bahwa mereka menerima email pemberhentian kerja pada pukul 05.00 hingga 06.00 pagi waktu setempat.
Tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak HR maupun atasan. Email disebut dikirim langsung oleh manajemen pusat dengan label “Oracle Leadership”.
Isi email menyatakan bahwa posisi karyawan dihapus dan keputusan berlaku segera. Dalam beberapa laporan, akses ke sistem internal perusahaan langsung ditutup tidak lama setelah email diterima.
Situasi ini membuat banyak karyawan kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba tanpa persiapan.
Sejumlah pengalaman kemudian dibagikan di media sosial seperti Reddit dan X. Ada karyawan yang mengaku diberhentikan setelah lebih dari 20 tahun bekerja. Ada juga yang terkena PHK menjelang masa kerja tertentu.
Kesaksian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun muncul dari berbagai sumber yang berbeda.
Restrukturisasi dan Efisiensi
Dalam komunikasi internal yang beredar, Oracle disebut menyatakan bahwa PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi. Langkah ini diambil untuk menyederhanakan operasional dan menyesuaikan struktur perusahaan.
Sejumlah posisi dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Pemangkasan juga disebut terjadi dalam skala tim.
Salah satu laporan menyebut bahwa dari 20 anggota tim, enam orang diminta keluar. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi dilakukan secara luas.
Karyawan yang terdampak dilaporkan menerima paket pesangon. Skema yang disebut meliputi gaji 15 hari untuk setiap tahun masa kerja, satu bulan gaji sebagai pengganti pemberitahuan, serta pencairan hak cuti dan gratifikasi.
Selain itu, terdapat tambahan dua bulan gaji bagi karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela. Namun, rincian ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh perusahaan.
Informasi lain juga menyebut kemungkinan adanya PHK lanjutan dalam waktu dekat, meski hal ini belum dapat dipastikan.
Fokus ke AI dan Cloud
Langkah pengurangan tenaga kerja ini terjadi di tengah perubahan strategi Oracle. Perusahaan disebut semakin fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan layanan cloud.
Permintaan terhadap layanan berbasis AI meningkat pesat. Hal ini mendorong perusahaan teknologi untuk mengalihkan investasi dan sumber daya.
Oracle juga dilaporkan mencatat kinerja positif, termasuk kenaikan saham yang signifikan. Pertumbuhan ini dipicu oleh lonjakan kebutuhan komputasi untuk teknologi AI.
Langkah serupa juga dilakukan oleh perusahaan lain seperti Amazon, yang sebelumnya memangkas ribuan karyawan untuk mendukung investasi di bidang AI dan otomatisasi.
Dampak Nyata di Tengah Perubahan
Di balik strategi bisnis tersebut, dampak langsung dirasakan oleh karyawan. Banyak yang kehilangan pekerjaan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Metode pemecatan melalui email pada pagi hari memunculkan pertanyaan terkait komunikasi dan kesiapan tenaga kerja.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan resmi dari Oracle terkait jumlah pasti karyawan terdampak maupun rencana lanjutan perusahaan.
Peristiwa ini mencerminkan perubahan besar di industri teknologi. Perusahaan bergerak cepat menuju efisiensi dan pengembangan AI, sementara tenaga kerja menghadapi risiko yang semakin besar di tengah perubahan tersebut.



















