H2: Kabar Duka saat Perayaan Tahun Baru
Pada malam pergantian tahun 2025 menuju 2026, seorang jurnalis media nasional, Husna Fadilla Tarigan (28), mengalami kejadian yang cukup mengejutkan. Motor kesayangannya, yaitu Honda Vario 150, raib saat perayaan malam tahun baru di Kota Medan, Sumatera Utara. Kejadian tersebut menyoroti maraknya aksi pencurian di saat banyak orang merayakan kebersamaan.
“Seharusnya menjadi malam yang penuh keceriaan, justru berubah menjadi mimpi buruk. Kami baru saja merayakan pergantian tahun, dan motor saya sudah tidak ada,” ungkap Husna, masih dalam keadaan terkejut. Malam itu, dia dan teman-temannya berkumpul di kontrakan temannya di Jalan Cempaka 1, Kecamatan Medan Selayang.
Husna telah memarkir motornya di depan kontrakan tersebut setelah bertugas meliput berita. “Motor itu punya sistem kunci canggih, yang seharusnya bisa mengurangi risiko pencurian. Namun, ternyata tetap saja disasar oleh pencuri,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan tetap bisa terjadi, bahkan pada saat yang seharusnya aman seperti malam Tahun Baru.
H2: Menyusuri Kronologi Kejadian
Kejadian pencurian terjadi saat Husna dan teman-temannya mengadakan acara bakar-bakar di belakang rumah kontrakan. “Kami mulai acara sekitar pukul 22.00 WIB, dan semua berjalan baik-baik saja,” katanya. Namun, saat perayaan kembang api dimulai, mereka menyadari bahwa motor Husna hilang.
“Hari pertama tahun baru seharusnya menjadi waktu untuk merayakan dan bersyukur, tetapi malah menghadapi kenyataan pahit. Begitu keluar untuk melihat kembang api, motor saya sudah tidak ada di tempatnya,” ujar Husna dengan nada penuh keputusasaan. Teman-temannya yang menyaksikan kejadian tersebut tampak ikut shock dan berusaha membantu mencarinya.
Mereka berkeliling sekitar Jalan Setia Budi mencari motor Husna, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil. “Kami juga meminta pertolongan orang-orang di sekitar, tapi semua sia-sia,” katanya. Atas insiden ini, Husna merasa sangat tidak berdaya dan kehilangan semangat perayaan malam itu.
H2: Tindakan Kepolisian
Setelah berhasil menemukan mobilitasnya hilang, Husna memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal. Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat, menyatakan, “Kita telah menerima laporan dari saudari Husna tentang hilangnya motor miliknya pada malam Tahun Baru.” Polsek langsung melakukan identifikasi dan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).
“Sudah dilakukan cek TKP dan kami tengah berupaya untuk mengidentifikasi pelaku,” imbuh Bambang. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar kasus ini bisa segera diungkap. Mereka berharap dapat mempercepat penyelidikan dan membawa pelaku pencurian ke pengadilan.
“Dari kejadian ini, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barang berharga, terutama saat berkumpul dalam acara-acara publik,” lanjutnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan di tengah keramaian.
H2: Reaksi dari Komunitas Jurnalis
Kejadian pencurian ini tidak hanya mengganggu Husna sebagai individu, tetapi juga menggugah perhatian di kalangan komunitas jurnalis. “Kami merasa prihatin dengan apa yang dialami rekan kami. Kami semua tahu betapa pentingnya motor bagi seorang jurnalis untuk menjalankan tugas,” kata salah satu rekan Husna yang juga seorang jurnalis.
Para jurnalis di Medan berencana mengadakan pertemuan untuk membahas langkah-langkah pencegahan kepada anggotanya. “Kita harus saling mendukung dan berbagi informasi tentang keamanan. Ini bukan hanya tentang satu orang, tetapi juga tentang kita semua,” tegas rekan jurnalis tersebut.
Sementara itu, Husna berharap kejadian ini tidak hanya menjadi pelajaran bagi dirinya, tetapi juga bagi semua jurnalis lainnya. “Kita harus lebih berhati-hati dalam memarkir motor dan memperhatikan lingkungan sekitar,” katanya.
H2: Pentingnya Kesadaran Keamanan
Kasus pencurian seperti yang dialami Husna mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan keamanan barang pribadi, terutama saat berada di tempat ramai. “Kami berusaha membuat acara dengan suasana ceria, tetapi hal ini menjadi pengingat bahwa kita harus selalu waspada,” ungkap salah satu teman Husna.
Para ahli keamanan juga menyarankan agar masyarakat menggunakan teknologi terkini untuk melindungi kendaraan mereka. “Sistem Keyless mungkin memberikan rasa aman lebih, tetapi tetap perlu ada langkah-langkah tambahan dalam menjaga keamanan kendaraan,” jelas seorang ahli keamanan.
Masyarakat diharapkan untuk tidak hanya memandangi sistem keamanan dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi perilaku dan kebiasaan. “Ketika berada dalam keramaian, jangan hanya terlena dengan apa yang terjadi di sekeliling, tetapi juga perhatikan barang-barang berharga,” tambahnya.
H2: Pengalaman Husna dan Harapan ke Depan
Husna memahami bahwa kehilangan motor adalah sebuah kerugian material, tetapi dampak emosional yang ditimbulkan jauh lebih dalam. “Saya berharap pelaku segera ditemukan dan ditangkap. Ini akan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat bahwa hukum masih ada,” ungkapnya.
Dia berharap agar kejadiannya bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang mengenai bagaimana menjaga barang berharga. “Kita tidak boleh lengah. Kejadian ini bisa menimpa siapa saja,” katanya sambil berusaha menguatkan diri.
Husna juga berencana untuk berkontribusi dalam kampanye meningkatkan kesadaran akan tindakan pencegahan pencurian di kalangan jurnalis. “Saya ingin pengalaman ini bisa menggugah perhatian semua orang untuk lebih waspada,” ujarnya.
H2: Penutup: Menghadapi Ketidakpastian
Ketidakpastian akan kelangsungan penyelidikan dan hasilnya membuat Husna merasa khawatir dan tidak tenang. “Saya berharap bahwa segala sesuatunya bisa terungkap, dan pelaku bisa ditangkap secepatnya. Selain itu, saya ingin orang-orang juga belajar dari pengalaman ini,” ungkapnya.
Perayaan tahun baru seharusnya menjadi waktu merayakan keindahan hidup, tetapi bagi Husna, itu adalah sebuah pelajaran pahit. “Saya tetap berterima kasih kepada teman-teman yang mendukung saya di saat-saat sulit ini,” katanya.
Sebagai penutup, Husna berharap agar semua pihak yang terlibat dalam kejadian ini, baik kepolisian maupun masyarakat, bisa berkolaborasi demi menciptakan lingkungan yang lebih aman di masa depan. “Kita harus bersatu untuk menciptakan ruang yang lebih aman bagi semua orang,” tegasnya.
Kejadian ini mengajak kita untuk merenungkan perlunya kehati-hatian di zaman modern, di mana kejahatan dapat terjadi kapan saja, bahkan saat kita sedang merayakan momen spesial. Mari kita belajar dari pengalaman ini untuk melindungi diri dan orang-orang yang kita cintai.



















